PENGALAMAN MEMBUAT E – PASPOR DI KANTOR IMIGRASI JAKARTA SELATAN

Pada pertengahan bulan ini saya kaget dan tentunya sangat bahagia mendapat email dari kantor yang isinya “menugaskan” saya untuk jalan jalan ke luar negeri. Terlintas di benak saya bahwa saya harus segera membuat paspor. Beberapa hari mencari informasi mengenai syarat syarat dan cara membuat paspor malah membuat saya panik dan takut. Tetapi setelah diyakinkan dan didukung oleh suami tercinta, akhirnya saya memilih untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Selatan. Sudah banyak informasi bahwa kantor ini adalah salah satu kantor imigrasi yang bisa membuat e paspor.

  1. PENGERTIAN E-PASPOR:

Saat ini beberapa negara telah mengeluarkan apa yang disebut e-paspor atau elektronik paspor. E-paspor merupakan pengembangan dari paspor kovensional saat ini dimana pada paspor tersebut telah ditanamkan sebuah chip yang berisikan biodata pemegangnya beserta data biometrik-nya. Data biometrik ini disimpan dengan maksud untuk lebih meyakinkan bahwa orang yang memegang paspor adalah benar orang yang memiliki dan berhak atas paspor tersebut. Jika anda sering traveling ke luar negeri, sangat dianjurkan untuk memiliki paspor jenis ini karena negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara lain mewajibkan penggunaannya.

ICAO mewajibkan agar semua negara di dunia, termasuk Indonesia, memberlakukan penggunaan e-paspor per tahun 2015. Apabila Anda belum memiliki paspor atau paspor Anda akan segera habis masa berlakunya, saatnya membuat e-paspor. Paspor biasa non-elektronik bisa diurus di semua kantor imigrasi namun untuk e- paspor hanya bisa diurus di kantor imigrasi tertentu saja, diantaranya adalah:

  • Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan
  • Kantor Imigrasi Kelas I KhususJakarta Barat
  • Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta
  • Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat
  • Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara
  • Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok
  • Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
  • Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam
  1. MANFAAT  E-PASPOR:

Beberapa manfaat buat pemegang e-paspor diantaranya adalah tidak perlu antri lagi di pintu pemeriksaan imigrasi dan bisa langsung menuju autogate di bagian penerbangan internasional bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Selain itu ada kabar gembira bahwa mulai tanggal 1 Desember 2014, WNI pemegang E-Paspor Bebas Visa ke Jepang hanya dengan mendaftarkan e-paspor di Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jendral Jepang di Indonesia.

  1. PERSYARATAN E-PASPOR BARU WALK-IN:

Pertama, siapkan dokumen asli seperti KTP, KK, Akte kelahiran/Ijazah/Surat Nikah/Surat Baptis dan difotokopi dikertas A4 (jangan dipotong). Kedua siapkan uang Rp 655.000 + adm bank Rp 5000,- = Rp 660,000 untuk e paspor 48 halaman. Sebagai informasi, saat ini pembuatan e paspor harus datang langsung, tidak bisa melalui pendaftaran online.

Setelah semua persyaratan lengkap, sayapun mengarahkan kendaraan menuju Kantor Imigrasi kelas I Jakarta Selatan yang beralamat di Jl. Warung Buncit Raya no. 207. Tepat pukul 05.00 sampai di alamat tersebut dan ternyata sudah berjajar kendaraan terparkir di halaman kantor. Pukul 05.05 saya ke depan lobby untuk bergabung dengan beberapa orang yang sudah datang sebelum saya. Ada 3 antrean yaitu untuk lansia/balita dengan batas 30 kuota, untuk pendaftar online dan untuk pendaftar walk in dengan batas 100 kuota. Setelah menaruh map ke antrean, saya menyempatkan sarapan dahulu buat energi…:). Pukul 06.00 Pak satpam meminta untuk berbaris dalam antrean dan dihitung. Wow… saya mendapat antrean no. 19. Menengok ke belakang, antrean sudah mengular panjang.

Pada pukul 07.00 petugas kanim menyapa dan memberikan arahan mengenai proses pembuatan paspor.  Setelah itu 10 orang pertama diperkenankan naik ke lantai 2. Dilantai 2 dibagi menjadi 2 barisan untuk diperiksa kelengkapan dokumen kemudian mengambil nomer antrean dan formulir. Untuk pengajuan e paspor akan di berikan stempel warna merah. Saya mendapat antrean resmi no. 22. Setelah itu semua duduk untuk mengisi formulir dan di pandu oleh petugas. Apabila ada yang tidak jelas bisa langsung ditanyakan. Saat itu saya kebingungan karena ada penjelasan bahwa penulisan nama di paspor tidak bisa di singkat, sementara nama baptis saya di KTP, KK, Akte lahir dan ijazah di singkat. Saya di arahkan untuk datang ke bagian informasi. Dan di bagian informasi ini saya diminta untuk melampirkan perihal surat kepanjangan nama bermeterai. Blangko surat ini bisa dibeli di koperasi yang berada di ujung belakang kiri dengan harga Rp. 8.000 (sudah termasuk meterai).

Formulir sudah diisi lengkap, kemudian di masukkan ke map bersama dengan dokumen lain. Pada pukul 08.00 counter OSS (One Stop Service) dibuka dan mulai memanggil nomer antrean. Di kanim ini ada 10 counter. OSS adalah sistem baru permohonan paspor yang prosesnya dinilai cukup ideal diterapkan. Sistem ini menyederhanakan proses. Permohonan paspor tidak lagi perlu datang dan antre berkali-kali. Pada sistem sebelumya, pemohon paspor harus datang 3 kali dalam proses permohonan, yaitu: 1. Untuk Penyerahan Berkas. 2. Untuk foto dan wawancara. 3. Untuk pengambilan paspor. Pada sistem OSS, pemohon dilayani pada satu booth layanan terintegrasi yaitu proses penyerahan berkas, wawacara dan foto dilakukan dalam satu kali pertemuan dengan petugas imigrasi. Selain menyederhanakan proses, OSS dinilai juga cukup efisen karena memangkas waktu permohonan. Intinya, dengan sistem OSS yang berbasis Teknologi Informasi, diharapkan pelayanan permohonan paspor menjadi lebih aman, mudah, transparan, serta memberikan kepastian jadwal.

Ruang tunggu Kanim Jakarta Selatan

Saya menunggu sampai tiba waktunya dipanggil sesuai nomor urut sambil baca baca, bengong dan sempet ke toilet untuk berdandan. So, bawa HP dengan baterai penuh ataupun buku bacaan supaya saat menunggu tidak mati gaya …:). Pada pukul 09.20, tibalah no.urut saya dipanggil dan saya masuk ke counter 3. Ada 2 petugas disetiap counternya. Saya duduk dan dilayani oleh bapak bapak. Saya menyerahkan semua berkas. Saya ditegur karena KTP saya beralamat di Jabar tetapi mengajukan permohonan paspor di Jakarta sementara domisili juga bukan di Jakarta. Saya menjelaskan bahwa kantor saya ada di Jakarta dan sebagai bukti yang menguatkan, saya menyerahkan surat rekomendasi dari kantor. Sebelumnya saya mendapat informasi bahwa kita bisa membuat paspor di kantor imigrasi manapun dan permohonan e paspor hanya bisa di beberapa kantor imigrasi yang telah disebutkan diatas. Selanjutnya petugas menanyakan ijazah saya dan sayapun memperlihatkan ijazah saya. Petugas menginput semua data ke dalam sistem sambil wawancara dengan suasana yang jauhhh lebih santai. Selanjutnya saya pindah bangku dan masih di counter 3. Disini adalah proses wawancara lanjutan, foto dan sidik jari. Saya ditanya akan pergi kemana. Usahakan gunakan pakaian yang sopan (kemeja) dan gunakan sepatu. Bagi yang menggunakan kacamata atau softlens harap dilepas dulu. Selanjutnya adalah scanning sidik jari kemudian tanda tangan. Setelah itu petugasnya akan memberikan tanda terima permohonan paspor yang dipergunakan untuk proses pembayaran ke bank bni cabang terdekat sambil diinformasikan bahwa paspor akan jadi dalam 5 hari kerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: